Sabtu, 20 Juli 2013

Apa Aku Salah Mengagumimu?

dari sekian banyak orang. entah mengapa aku memilih bayangamu. bayanganmu yg blm pasti bisa ku gapai. Perlahan aku mengikuti bayanganmu. Aku menjadi pengagum rahasiamu. tapi kau tak pernah respect sedikit pun. apa aku salah mengagumimu? apa aku salah memilih bayanganmu? jangan salah kan aku tentang hal itu. jika boleh memilih, akupun takkan pernah mau berdiri di bayangan yg bahkan tak ku kenal. Kau salah besar tlah mengabaikan ku begitu saja. jangan salahkan aku lagi jika suatu saat keaadan berbalik kepadamu.

Sabtu, 13 Juli 2013

bayangan

aku bediri tepat didepan bayanganmu. ku gapai-gapai kan tanganku untuk meraih bayangmu. namun tak pernah sampai. karna bayanganmu slalu bergerak untuk menggapai bayangannya. Ku berharap kau mau berhenti menggapainya hanya untukku. Namun kau terus menggapai sampai dia berhenti sejenak untuk menuntun bayanganmu. Saat bayanganmu bergerak sendiri aku tak bisa menggapainya. kini bayanganmu tlah menyatu dengannya. dan mungkin hingga akhir ayat ku, aku takkan bisa menggapai bayanganmu lagi. Kini aku tak mau lagi berdiri apalagi menggapai bayangan siapa pun. karna kini ku tahu. bayangan takkan pernah mendekat sekalipun kita mengejarnya. dan bayangan hanya akan mendekat saat kita menjauh darinya. Sent from Catch Notes for Android https://catch.com

Jumat, 12 Juli 2013

Sahabat

Sahabat ku tercinta, sampai kapan kau puas dengan semua ini. aku sudah muak dengan semua ini. kau umbar semua rahasia&aib ku sesuka mu. rahasia&aibku bagaikan pakaian di sebuah bazar yg sedang diobral. apa kau tau? pedih rasanya ketika kau tancapkan pisau mu yg hanya berfungsi bila menusuk dari belakang. bagaikan 1000 anak panah menancap di hati ini. tak mungkin ku cabut anak panah itu satupersatu. karna kau juga pasti tau itu akan sangat menyakitkan. Apa mungkin alasan pisau ini menancap ku dari belakang hanya karna seorang pria?. apa kau sudah bodoh? pria hanya akan membuatmu kehilangan hidup mu yg indah, sahabat mu yg menyayangimu, dah hati mu yg takpernah ada lubang. Kau hanya termakan oleh janjijanji, omong kosong dan kosakata yg membuat mu melayang darinya. Kau korbankan perasaan,aib&semua rahasia ku hanya untuk mendapatkannya. lalu kau men-cap aku sebagai seorang pengkhianat saat kau tau pria itu suka padaku. apa kau tau? definisi seorang pengkhianat yg sebenarnya ada didirimu?. Dan seharusnya kau tak men-cap aku seperti itu. Karna aku bukanlah kau. yg tega menancapkan sebuah benda tajam dari belakang ke seorang sahabat yg sangat menyayangimu.

tertanda,
Sahabat yg tlah muak.

Sabtu, 08 Juni 2013

Terlambat

Mata ini memaksa untuk terpejam.
Matahari pun tlah lama terganti oleh bulan.
Matahati pun tlah lelah untuk terus bersabar.

Tapi diri mu tak kunjung datang.
Tangisan ini mungkin keringat dr matahati yg tlah lelah.
Tawa pun tlah menjadi salah satu kemunafikan diri ini.

Ingin ku menghempaskan tubuh ini tapi tak bisa.
Ingin ku meletakkan hati ini tapi tak bisa.
Ingin ku akhiri penantian ini tapi tak bisa.

Rindu ini tlah mengubah cuaca menjadi sangat dingin.
Ruangan ini pun tlah berubah menjadi kutub utara.
Ribuan jarak diantara kita yg membuat semua seperti ini.

Mungkin hanya aku yg merasakan ini.
Mungkin hanya aku yg menginginkan hubungan ini kembali.
Mungkin hanya mustahil jika kau menginginkannya juga.

Kenangan yg dulu kita anyam bersama.
Kenangan yg dulu kita rajut bersama.
Kenangan yg dulu kita bibit bersama.

Kini hanya menjadi bambu bambu kecil yg tak berarti.
Kini hanya menjadi benang benang kusut yg tak berguna.
Kini hanya menjadi bunga layu yg tak pantas di lihat.

Pantang bagi seorang pejuang berjalan ke belakang.
Pantang bagi seorang pemberani menoleh kebelakang.
Pantang bagi seorang pemimpin berdiri di belakang.

Tapi sayang aku hanyalah seorang penyerah.
Tapi sayang aku hanyalah seorang penakut.
Tapi sayang aku hanyalah seorang yg hrs dipimpin.

Mata ini tak berani melihat kenyataan.
Kaki ini tak berani melangkah ke depan.
Tubuh ini tak berani menghadapi keadaan.

Berharap matamu mengajak mataku melihat kenyataan bersama.
Berharap kaki mu mengajak kakiku melangkah bersama. Berharap tubuh mu mengajak tubuh ku menghadapi keadaan bersama.

Namun walau suatu saat harapan itu terjadi.

Ku rasa semua itu terlambat.
Karna raga ini tlah hanyut terbawa bambu-bambu kecil, benang-benang kusut, dan bunga layu yg takkan bisa kembali sempurna.

Bertepuk sebelah tangan

Aku berjalan tanpa pedulikan arah langkah ini.
Aku berpijak tanpa pedulikan apa yg aku pijak.
Aku melihat tanpa tatapan yg penuh makna.

Aku tak tau mengapa kaki ini mengarah kepadamu.
Aku tak tau mengapa aku berpijak di bayangan mu.
Aku tak tau mengapa tatapan ini melihat matamu yg berharap ada sedikit makna.

Aku tau kaki mu tak kan sebodoh kaki ku.
Aku tau kau takkan berpijak di bayangan yg penuh dengan harapan semu.
Aku tau kau takkan menatap ku demi mendapat sebuah makna.

Apa ini yg namanya bertepuk sebelah tangan? .
Aku tidak butuh google untuk menjawab pertanyaan itu.

Aku hanya butuh sebelah tangan mu.
Aku hanya butuh beberapa tulang rusuk mu.
Aku hanya butuh kepekaan dari dirimu.

Aku memang bukan dia yg tak pernah meminta tanganmu.
aku memang bukan dia yg tak pernah meminta beberapa tulang rusuk mu.
aku memang bukan dia yg tak pernah meminta kepekaan dari dirimu.

karna tanpa dia minta kau akan memberi sebelah tanganmu. karna tanpa dia minta kau akan memberi beberapa tulang rusukmu.
Karna tanpa dia minta kau akan memberi kepekaan dr dirimu.

Tapi dia bukan aku yg slalu siap menangkap mu saat kau terjatuh Tapi dia bukan aku yg slalu sedia saputangan saat kau menangis. Tapi dia bukan aku yg slalu siap memberikan pundak ku saat kau sedang terpuruk.

Aku bagaikan payung yg hanya dipakai saat kau kehujanan.
Aku bagaikan pelampung yg hanya dipakai saat kau tenggelam. Aku bagaikan handsaplast yg hanya dipakai saat kau terluka.

Tangan tidak akan mungkin hanya bertepuk sendirian. Tangan tercipta berpasang pasangan.
Tangan ini memilih bersama tangan mu.

Walau tangan mu tak kanpernah memilih tangan ini.